Direktori Indonesia - Indonesian free listing directory, SEO friendly free link directory, a comprehensive directory of Indonesian website. PEMBANGUNAN PERTANIAN
Selamat Datang Di Blog Pembangunan Pertanian

Rabu, 15 Agustus 2012

MENINGKATKAN PRODUKSI PADI MELALUI SRI



Revitalisasi pertanian yang dicanangkan Presiden RI pada tanggal 11 Juni 2005 antara lain bertujuan untuk meningkatkan produksi padi menuju swasembada beras dalam upaya mendukung ketahanan pangan nasional. Berbagai upaya peningkatan produksi padi terus dilakukan melalui program kebijakan program pemerintah yang tentunya harus didukung oleh teknologi inovasi yang dapat mendongkrak produksi padi. Indonesia dikenal sebagai negara agraris karena sebagian besar rakyatnya hidup dari pertanian. Pada awalnya kondisi alam, cuaca dan budaya masyarakat di Indonesia sangat mendukung sektor pertanian ini dimana tanah Indonesia merupakan tanah yang sangat subur dan produktif sehingga pertanian memang cocok untuk terus dikembangkan di Indonesia. Namun dalam perkembangannya secara umum semakin lama kondisi tanah pertanian di Indonesia semakin rendah tingkat kesuburannya yang berdampak kepada semakin menurunnya tingkat produksi pertanian.
Untuk meningkatkan hasil produksi (khususnya padi) biasanya petani mengupayakannya dengan meningkatkan biaya produksi diantaranya berupa peningkatan penggunaan kuantitas dan kualitas benih, pupuk dan pestisida. Pada awalnya penambahan biaya produksi ini bisa memberikan peningkatan kepada hasil pertanian, namun untuk selanjutnya tingkat produksi kembali menurun. Salah satu harapan sebagai solusi terbaik bagi pertanian di Indonesia dalam peningkatan hasil produksi yaitu melalui pola pertanian dengan metoda System of Rice Intensification (SRI). SRI merupakan salah satu pendekatan dalam praktek budidaya padi yang menekankan pada manajemen pengelolaan tanah, tanaman dan air melalui pemberdayaan kelompok dan kearifan lokal yang berbasis pada kegiatan ramah lingkungan. Dengan pola tanam padi metode SRI diharapkan dapat memberikan tambahan produksi sebanyak 1,5 ton/Ha , sehingga dapat berkontribusi dalam mensukseskan program surplus beras 10 juta ton pada tahun 2014. Salah satu teknologi inovasi pengelolan padi yang saat ini terus berkembang yaitu melalui pendekatan System of Rice Intensification (SRI). Di Jawa Barat Budidaya padi dengan sistem SRI telah berkembang di beberapa daerah misalnya di Kabupaten Ciamis, Garut, Kuningan dengan hasil lebih tinggi dibanding dengan cara kebiasaan petani. Di Indonesia pengertian SRI adalah usahatani padi sawah irigasi secara intensif dan efisien dalam pengelolaan tanah, tanaman serta air. Melalui pemberdayaan kelompok dan kearifan lokal serta berbasis pada kaidah ramah lingkungan (Departemen Pertanian, 2005). Teknologi SRI di Indonesia lebih menitikberatkan pada penggunaan pupuk organik, begitu juga dalam pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) khususnya hama dan penyakit hanya mengandalkan pestisida nabati, sehingga dapat menghasilkan padi organik.
Pada prinsipnya komponen teknologi yang diterapkan pada system SRI tidak jauh berbeda dengan pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) yang dikembangkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Badanlitbang Pertanian). PTT menekankan pada pendekatan sumberdaya alam untuk meningkatkan produktivitas padi, dengan prinsip menggabungkan kaidah efisiensi, sinergis, dan dinamis secara partisipatif (Badanlitbang Pertanian, 2007). 

KEUNGGULAN METODE SRI 
Ø Hemat air; selama pertumbuhan dari mulai tanam sampai panen air diberikan macak-macak atau maksimal digenangi setinggi 2 cm. Pada waktu pengeringan tanah dibiarkan sampai retak 
Ø Hemat biaya; benih hanya 5 kg/ha, efisiensi upah tanam pembibitan 
Ø Hemat waktu; umur bibit muda, waktu panen akan lebih awal
Ø Produksi meningkat; hasil dibeberapa lokasi mencapai 11 ton/ha 
Ø Ramah lingkungan; tidak menggunakan bahan-bahan (pupuk, pestisida) an-organik 
PRINSIP BUDIDAYA METODE SRI 
Ø Bibit harus muda; kurang dari 12 hari setelah semai 
Ø Bibit ditanam 1 tanaman / lubang; jarak tanam 30 x 30 cm, 35 x 35 cm atau lebih 
Ø Pindah tanam harus sesegera mungkin; harus hati-hati agar akar tidak terputus dan ditanam dangkal 
Ø Pemberian air maksimal 2 cm (macak-macak) dan periode tertentu dikeringkan sampai pecah (irigasi berselang/terputus) 
Ø Penyiangan dilakukan sejak awal sekitar 10 hst, dilakukan 2-3 kali dengan interval 10 hari 
Ø Menggunakan pupuk organik TEKNIK BUDIDAYA PADI METODE SRI 
Ø Persiapan Benih Sebelum benih direndam daam air biasa, benih direndam dalam air garam. Benih yang baik untuk ditanam adalah benih yang tenggelam dalam larutan garam tersebut. Kemudian benih yang terpilih (tenggelam) direndam selama 24 jam kemudian ditiriskan dan diperam 2 hari. Selanjutnya disemaikan dalam media tanah dan pupuk organik dengan perbandingan 1:1 di dalam wadah segi empat (besek/pipiti) ukuran 20 x 20 cm, setelah 7-10 hari benih sudah siap tanam 
Ø Pengolahan Tanah Pengolahan tanah untuk SRI tiadak berbeda dengan cara pengolahan yang dilakukan oleh petani. Pengolahan tanah secara sempurna dengan traktor sampai terbentuk lumpur, kemudian diratakan 
Ø Pemupukan Pemberian pupuk diarahkan kepada perbaikan kesehatan tanah dan penambahan unsur hara berkurang. Kebutuhan pupuk organik pertama setelah sistem konvensional adalah 10 ton/ha dan diberikan sampai 2 musim tanam. Setelah kondisi tanah terlihat membaik, maka pemberian pupuk organik bias berkurang disesuaikan dengan kebutuhan. Pemberian pupuk organik dilakukan pada tahap pengolahan tanah kedua agar pupuk menyatu dengan tanah. 
Ø Pemeliharaan Sistem tanam SRI tidak membutuhkan genangan air yang terus menerus, cukup dengan kondisi tanah yang basah. Penggenangan hanya dilakukan untuk mempermudah pemeliharaan. Pada prakteknya pengelolaan dapat dilakukan sebagai berikut: - Umur 1-10 hst, tanaman padi digenangi air dengan ketinggian 1-2 cm - Pada umur 10 hst dilakukan penyiangan. - Setelah dilakukan penyiangan tanaman tidak digenangi - Apabila masih memerlukan penyiangan, maka 2 hari menjelang penyiangan, tanaman digenangi - Pada saat tanaman berbunga, tanaman digenangi - Setelah padi matang susu tanaman tidak perlu digenangi sampai panen. 
MANFAAT METODE SRI 
 Secara umum manfaat pengelolaan tanaman dengan metode SRI adalah : 
- Hemat air; kebutuhan air antara 20-30% lebih sedikit dengan cara biasa (konvensional) 
- Memperbaiki kondisi tanah (kesuburan dan kesehatan tanah) 
- Menghasilkan produksi beras sehat, tidak mengandung residu pestisida membentuk petani mandiri; tidak tergantung pada pupuk dan pestisida buatan

Selasa, 14 Agustus 2012

PENGEMBANGAN JARINGAN IRIGASI KELOMPOKTANI CIPTA TALI WARGI



Infrastruktur dan sarana merupakan salah satu faktor penting dalam proses usahatani, diantaranya infrastruktur irigasi. Infrastruktur irigasi sangat menentukan ketersediaan air yang berdampak langsung terhadap kualitas dan kuantitas tanaman khususnya padi. Pemberian air irigasi dari hulu (upstream) sampai dengan hilir (downstream) memerlukan sarana dan prasarana irigasi yang memadai. Sarana dan prasarana tersebut dapat berupa: bendungan, bendung, saluran primer dan sekunder, box bagi, bangunan-bangunan ukur, dan saluran tersier serta saluran tingkat usaha tani (TUT). Rusaknya salah satu bangunan-bangunan irigasi akan mempengaruhi kinerja sistem yang ada, sehingga mengakibatkan efisiensi dan efektifitas irigasi menjadi menurun. Apabila kondisi ini dibiarkan terus dan tidak segera diatasi, maka akan berdampak terhadap penurunan produksi pertanian yang diharapkan, dan berimplikasi negatif terhadap kondisi pendapatan petani dan keadaan sosial, ekonomi disekitar lokasi. Demikian halnya dengan jaringan irigasi yang terletak di Dusun Nangorak Desa Margamekar Kecamatan Sumedang Selatan, jaringan irigasi yang mengairi areal pesawahan di sekitar Dusun Nangorak dengan jumlah areal yang mendapat pelayanan irigasi dari jaringan irigasi ini mencapai lebih dari 100 Ha, mengalami kerusakan dimana-mana, bangunan lining, dan box-box pembagi sudah mengalami kebocoran dan sebagian roboh, selain itu kondisi di beberapa titik berpotensi mengakibatkan kelongsoran yang mengancam pemukiman penduduk.
Memperhatikan kondisi tersebut Kelompok Tani "Cipta Tali Wargi" di bantu oleh Penyuluh Pertanian dan dari pihak UPTD Bina Usaha Pertanian setempat mengajukan proposal permohonan dana bantuan untuk melakukan rehabilitasi jaringan irigasi, dan pada Tahun 2012 Kelompok Tani Cipta Tali Wargi mendapat bantuan dari Dana Bantuan Sosial Tugas Pembantuan Kementerian Pertanian RI beruta Dana untuk Kegiatan Pengembangan Jaringan Irigasi (Rehabilitasi Jaringan Irigasi), melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Sumedang. Pelaksanaan Kegiatan Pengembangan Jaringan Irigasi ini di mulai pada Bulan April sampai dengan Bulan Juli 2012, dilaksanakan secara swakelola/ gotong royong para anggota kelompok tani dengan di bimbing oleh petugas terkait dari penyuluh, dan dari Dinas Pertanian, kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari masyarakat setempat sehingga dana yang tersedia dapat dipergunakan dengan optimal. Dari dana yang ada maka terbangun jaringan irigasi, berupa : Rehab Lining, Rehab Box Pembagi, Rehab Terjunan dan panjang jaringan irigasi yang terbangun mencapai lebih dari 300 meter. Dengan Kegiatan Pengembangan Jaringan Irigasi ini diharapkan kebutuhan air irigasi sewcara kualitas dan kuantitas dapat lebih terjamin sehingga dapat membantu dalam mengembangkan usaha tani dan akhirnya dapat meningkatykan pendapatan serta kesejahteraan petani.

PELAKSANAAN KAJI TERAP DI UPTB SUMEDANG KOTA

Kaji terap adalah tes bahan informasi pertanian dan merupakan metode penyuluhan pertanian yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan petani-nelayan dalam memilih paket teknologi usahatani yang telah direkomendasikan sebelum didemonstrasikan dan atau dianjurkan. Pelaksanaan kaji terap ini dilaksanakan pada kondisi petani yang sebenarnya dengan bimbingan penyuluh pertanian dari Dinas-dinas lingkup pertanian yang terkait. Materi teknologi dalam kegiatan kaji terap diperoleh melalui penyelenggaraan ”Temu Tugas”. Temu tugas adalah pertemuan berkala antara pengemban fungsi penyuluhan, penelitian, pengaturan dan pelayanan dalam rangka pemberdayaa petani-nelayan beserta keluarganya. Tujuannya adalah untuk menghimpun bahan informasi pertanian berupa hasil penelitian, kebijakan pengaturan/pelayanan, masalah-masalah yang memerlukan pemecahan segera. Selain itu pula bertujuan untuk memperoleh kesepakatan dalam rangka penyelenggaraan kaji terap sekaligus untuk penyampaian umpan balik.Kaji terap adalah tes bahan informasi pertanian dan merupakan metode penyuluhan pertanian yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan petani-nelayan dalam memilih paket teknologi usahatani yang telah direkomendasikan sebelum didemonstrasikan dan atau dianjurkan. Pelaksanaan kaji terap ini dilaksanakan pada kondisi petani yang sebenarnya dengan bimbingan penyuluh pertanian dari Dinas-dinas lingkup pertanian yang terkait. Materi teknologi dalam kegiatan kaji terap diperoleh melalui penyelenggaraan ”Temu Tugas”. Temu tugas adalah pertemuan berkala antara pengemban fungsi penyuluhan, penelitian, pengaturan dan pelayanan dalam rangka pemberdayaa petani-nelayan beserta keluarganya. Tujuannya adalah untuk menghimpun bahan informasi pertanian berupa hasil penelitian, kebijakan pengaturan/pelayanan, masalah-masalah yang memerlukan pemecahan segera. Selain itu pula bertujuan untuk memperoleh kesepakatan dalam rangka penyelenggaraan kaji terap sekaligus untuk penyampaian umpan balik. Pada Tahun 2012, UPTB Sumedang Kota mendapat bantuan untuk melaksanakan Kaji Terap yang dilaksanakan dilahan petani di blok Dangdeur Desa Baginda Kecamatan Sumedang Selatan yang dilaksanakan mulai Bulan April sampai dengan Bulan Juli 2012. Komponen utama pelaksanaan Kaji Terap ini adalah penggunaan jajar legowo, dengan melakukan pengamatan pada perlakuan legowo 4, legowo 3, legowo 2 dan dengan pembanding tanpa legowo serta perlakuan petani di sekitar lokasi kaji terap. Tujuan dari pelaksanaan Kaji Terap ini adalah untuk : 1. meyakinkan kesesuaian paket teknologi usaha tani dengan kebutuhan dan kemampuan serta kondisi agroekosistem petani di wilayah kaji terap. 2. mempercepat penyebaran informasi paket teknologi pertanian yang telah direkomendasikan secara umum.

Kamis, 12 April 2012

OBAT TRADISIONAL UNTUK KISTA ENDOMETRIOSIS

Kista adalah suatu kantung yang berisi cairan kental seperti gel (mukus) atau bisa juga cair (serous). Sebagian besar penyebabnya belum jelas. Dari beberapa literatur menyebutkan bahwa kista berasal dari telur yang gagal berovulasi, ada juga yang menyatakan bahwa kista diproduksi oleh kelenjar-kelenjar yang tertampung di ovarium yang tak bisa dikeluarkan, kemudian dalam waktu yang lama terus membesar. Pada dasarnya kista menempati rongga-rongga yang terdapat di dalam tubuh, tapi yang sering terjadi adalah kista indung telur (Ovarian Cysts).
Orang awam kadang menganggap kista dapat mengganggu kesuburan, padahal yang mengganggu kesuburan dan sering disalahartikan sebagai kista adalah endometriosis yang berbentuk seperti kista. Endometriosis berupa kelenjar dinding rahim yang abnormal dan tumbuh di luar rahim. Endometriosis bisa mempengaruhi kesuburan dan dapat memicu terbentuknya kista di indung telur, karena secara mekanik dapat mengakibatkan perlengketan-perlengketan yang menyebabkan lepasnya sel telur yang telah matang, sehingga sulit ditangkap fimbriea (ujung tuba fallopi). Akibatnya, pembuahan sulit terjadi. Maka dari itu, jika tak segera ditangani maka nantinya anda sendiri yang akan menanggung kerugian akibat penyakit ini, cobalah mengkonsumsi obat tradisional untuk kista endometriosis ini untuk pengobatan alaminya.
Obat tradisional untuk penyakit kista endometriosis biasanya memakai rumput teki itupun jika kista masih pada tahap awal.
Cara membuat dan memakainya :
·         Keringkan rimpang teki, blender/ditumbuk halus. Rebus 5-10 gram bubuk rimpang teki dengan 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Dinginkan, lalu saring dan minum 2x sehari pada pagi dan sore.
Meski diyakini aman, minum air rebusan rimpang teki tetap harus hati-hati. Jika ada sesuatu yang tidak beres sebaiknya hentikan pemakaian dan periksa ke dokter. Karena jika sudah parah, jalan terbaik adalah operasi. Pemakaian rimpang teki bisa dilanjutkan untuk mencegah kista muncul lagi.
Hal ini telah dibuktikan oleh para penderita kista endometriosis, karena rumput teki ini adalah salah satu obat tradisional untuk kista endometriosis yang sudah terkenal manjur dan juga aman untuk anda konsumsi. Ingatlah bahaya yang ditimbulkan dari penyakit ini, oleh karena itu lakukan pengobatan yang terbaik bagi anda.

Sumber : http://obatradisional.info
Penulis : admindiperta

TERONG, SALAH SATU PRIMADONA SAYUR

Terong atau terung (Solanum melongena) ialah tumbuhan yang tergolong dalam keluarga Solanaceae dan genus Solanum. Ia merupakan tumbuhan asli India dan Sri Lanka, dan berhubungan erat dengan tomat dan kentang. Buahnya biasa digunakan sebagai sayur untuk masakan. Nama botaninya Solanum melongena.
Dari segi botani, buah yang dikelaskan sebagai beri mengandung banyak biji yang kecil dan lembut. Biji itu boleh dimakan tetapi rasanya pahit karena mengandung alkaloid nikotin. Ini tidaklah mengherankan karena terong adalah saudara dekat tembakau. Ukuran buah terung berbeda-beda antara kecil hingga besar, bergantung kepada budidayanya. Buah tersebut mempunyai berbagai warna, terutama ungu, hijau, dan putih.
Berikut beberapa manfaat terong:
Menghambat kerusakan pembuluh darah
Buah ini diketahui punya manfaat sebagai antikejang, anti kanker, dan pendepak gangguan pembuluh darah. Bahkan di Nigeria digunakan sebagai tanaman kontrasepsi, terutama untuk kaum pria. Masyarakat Nigeria juga mendewakan tumbuhan ini karena bisa meredam "penyakit" gugup. Kemampuan ini telah dibuktikan secara ilmiah terhadap marmut yang diberi sari terong mentah.
Buah terong mengandung striknin, skopolamin, skopoletin, dan skoparon yang bisa menghambat serangan sawan, gugup, atau kekejangan saraf. Maka, buah ini bisa digunakan untuk mencegah dan mengobati serangan epilepsi dan penyakit kejang lainnya, seperti yang diyakini dalam pengobatan tradisional.
Di Korea terong yang telah dikeringkan bila dikonsumsi bisa pula mengobati sakit pinggang, encok, pinggang kaku, dan nyeri lainnya. Secara empiris, sayuran ini pun mampu mengobati campak, cacar air, ketergantungan alkohol, gastritis, dan luka bakar.
Jus terong bisa menekan kerusakan pada sel-sel dengan penyimpangan kromosom sebagai pertanda adanya kanker. Kandungan tripsin (protease) inhibitor pada buah ini diyakini bisa melawan serangan zat pemicu kanker. Buah ini sangat baik untuk mengurangi risiko penyakit kanker.
Buah ini juga bisa menetralkan kerusakan pembuluh darah arteri. Dengan begitu, ia dapat menekan dan mengatasi arterosklerosis; penyakit yang disebabkan oleh terganggunya transportasi darah dan zat makanan pada pembuluh darah arteri. Gangguan itu terjadi akibat timbunan lemak dan kolesterol di pembuluh darah. Dampaknya, kerja jantung pun terganggu. Organ vital ini akan kesulitan memompa darah ke seluruh tubuh yang bisa membahayakan nyawa. Gangguan pembuluh darah ini bisa dikurangi, bahkan ditanggulangi dengan cara mengonsumsi terong.
Banyak mitos mengatakan kalau terong membuat badan menjadi loyo. Mitos ini harus dikikis habis, fakta justru sebaliknya. Terong justru mendongkrak gairah seksual pria karena efek afrodisiaknya. Penelitian ilmiah punya fakta lain, terong dapat mencegah kanker, kaya serat, mengandung vitamin (A, B & C) dan mineral penting lainnya. Berbagai penyakit seperti wasir, rematik, batuk, penyakit kulit, bahkan raja singa juga bisa disembuhkan dengan sayuran “ajaib” ini.

Sumber : http://epetani.deptan.go.id
Penulis : admin epetani.deptan

MENGENAL LEBIH DEKAT KARAKTER PENCIRI VARIETAS PADI

Penampilan suatu varietas dapat berbeda karena genetik, faktor lingkungan dan interaksi keduanya. Penampilan suatu varietas yang sama dapat berbeda karena faktor lingkungan, perubahan ini sifatnya sementara dan apabila ditanam pada lingkungan yang sama penampilannya akan sama. Selain itu varietas tanaman dapat berubah karena campuran benih varietas lain, persilangan dengan varietas lain dan mutasi.  Untuk tanaman menyerbuk sendiri, seperti padi kemurnian varietas akan lebih terjaga dibanding dengan tanaman menyerbuk silang seperti jagung. Karena itu, untuk menjaga kemurnian varietas harus dijaga dari adanya campuran varietas-varietas lain dan harus dihindarkan dari kemungkinan persilangan dengan varietas lain, baik dari varietas campuran tersebut atau varietas lain di sekelilingnya. Hal ini dapat dilakukan dengan perlakuan produksi benih baik ditingkat persiapan, di pertanaman dan cara panen, serta proses paska panen.
KARAKTERISASI VARIETAS PADI
Setiap varietas tanaman mempunyai sifat atau karakter yang berbeda.  Karakter-karakter tertentu dari suatu varietas merupakan keunggulan yang dimilikinya dibanding dengan varietas lain. Oleh karena itu karakter suatu varietas akan menentukan dimana varietas tersebut seharusnya dikembangkan.  Misalnya varietas-varietas padi yang mempunyai batang pendek, daun yang tegak, hijau tua, sempit akan baik untuk ditanam di lahan irigasi, sedang berbatang sedang, daun lebar agak terkulai, hijau muda akan cocok untuk padi gogo.  Varietas berbatang tinggi, batang terbungkus pelepah daun rapat, cepat memanjang akan baik ditanam sebagai padi air dalam. Pengetahuan terhadap karakter varietas adalah syarat mutlak untuk produksi benih padi yang bermutu.  Apa lagi sekarang ini banyak vareitas padi yang masih mempunyai kekerabatan yang dekat, seperti Ciherang, Cigeulis, Cibogo, Wera, Angke dan Code yang mempunyai beberapa karakter yang sama karena merupakan keturunan dari IR64.
Dengan mengetahui karakter dari suatu varietas yang ditanam, produsen benih mudah untuk menjaga kemurnian benih sesuai dengan tingkat kelas benih yang akan diproduksi.
Karakter suatu varietas padi harus dapat digunakan untuk membedakan varietas tersebut dengan varietas lain, seperti tinggi tanaman, umur tanaman, bentuk tanaman (tegak, sedang agak serak atau serak), anakan (sedikit, sedang, banyak), daun (posisi daun, warna, ketebalan, ukuran, permukaan daun), warna kaki (ungu, hijau), malai (kompak, sedang, terbuka), leher malai (tak berleher, leher pendek, sedang dan panjang), bentuk gabah (langsing, sedang, panjang), ujung gabah (cere, gundil, berbulu), berat 1000 butir atau besar gabah (kecil, sedang besar) jenis beras (ketan dan biasa), mutu beras (ketan, sangat pulen, pulen, sedang atau pera).
Lembaga penelitian padi internasional, (International Rice Research Institute) dalam mengkarakterisasi tanaman padi menggunakan 29 sifat agronomi, 21 sifat ketahanan terhadap penyakit, 20 terhadap hama, 9 sifat fisiologis, 33 sifat morfologi dan 11 sifat mutu beras. Karakterisasi dapat dilakukan sejak stadia kecambah di pesemaian sampai pasca panen.
Untuk karakterisasi tanaman padi di masa pertumbuhan, IRRI membagi masa pertumbuhan tanama padi menjadi sembila  fase pertumbuhan.  Fase 1 = perkecambahan;  2 = Bibit;   3 = masa beranak;  4 = masa pemanjangan batang;  5 = masa bunting;  6 = masa pembungaan;  7 = masa masak susu;  8 = masa pengisian;  9 = masa pematangan.
Karakterisasi dapat dilakukan dari mulai pesemaian fase 1 misalnya untuk sifat warna kaki,  sampai fase 9 untuk bentuk  gabah dan paska panen seperti mutu beras.
Berikut adalah karakteristik tanaman padi dan parameternya:
Umur  : sangat genjah (< 100 hari),
              genjah (100-120 hari),
              sedang121-140 hari,
              lambat (>140 hari);
Tinggi: sangat pendek (< 80 cm),
             pendek (80 - 110 cm),
             sedang (121 - 130 cm,
              tinggi (> 130 cm).;
Bentuk tanaman: tegak, agak serak dan serak;
Jumlah anakan: sangat banyak (>25 batang),
banyak (20-25 batang),
                                sedang (10-19 batang),
                                sedikit (5-9 batang);
warna kaki: hijau dan ungu;
Warna batang: ungu, hijau tua;
Warna daun: ungu, hijau tua, hijau, hinjau muda;
Warna telinga dan lidah: transparan, putih pucat, ungu/coklat muda;
Permukaan daun: halus agak kasar, kasar;
Posisi daun dan daun bendera: tegak, agak tegak, mendatar, terkulai;
Bentuk gabah: ramping, sedang, bulat;
Kerontokan: mudah rontok, sedang, sukar rontok;
Tekstur nasi:
ketan (0-9% amilosa)
sangat pulen (10-15),
pulen (16-20),
sedang (20-24),
pera (25-27),
sangat pera (> 27);
Ukuran gabah: berat 1000 butir gabah):
                            kecil (< 23 g/1000 butir);
                            sedang (23-27 g);
                            besar (>27 g);
Potensi hasil; dan
Sifat ketahanan terhadap hama dan penyakit utama.

Sumber : Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Provinsi Jawa Barat
Penulis : Salman Buchturi, SP

Jumat, 30 Desember 2011

LAHAN PEKARANGAN MENDUKUNG SWASEMBADA BERAS NASIONAL


Ditengah semakin menyempitnya lahan pertanian, lahan pekarangan dapat dijadikan sebagai salah satu lahan pertanian yang dapat membantu menunjang tercapainya swasembada beras yang mana pada lahan pekarangan dapat ditanami tanaman padi pada media ember, seperti pengalaman kami di Desa Ganeas, Kecamatan Ganeas Kabupaten Sumedang, selain memanfaatkan lahan pekarangan petani juga dapat belajar mengamati lebih dalam mengenai kebutuhan hidup tanaman padi termasuk OPT nya secara langsung dan berkelanjutan.

Teknis budidaya padi ember yang kami lakukan;
Alat dan Bahan
Alat :
- Ember
- Cangkul
Bahan :
- Kompos hasil fermentasi
- Lumpur
- Benih
- Air
- MOL
Cara
- Siapkan alat dan bahan
- Campurkan kompos dengan lumpur dengan perbandingan 1 : 1
- Masukan kedalam ember sebanyak ¾ bagian ember (ember tidak bocor)
- Buat permukaan tanah bagian tengah sedikit menonjol keatas agar mudah dalam pengaturan air pada saat vegetative
- Rendam dengan air selama 1 minggu
- Setelah satu minggu, media siap ditanami
- Cara menanam dilakukan dengan tanam pindah atau dapat juga dengan tanam benih langsung
- Tanam benih 1 – 3 benih per ember, jika menanam lebih dari 1 benih penanamnya terpisah satu sama lain
- Pada saat vegetative pengairan dilakukan 1 : 3 atau 2 : 5 artinya 1 hari diairi 3 hari kering atau 2 hari diairi 5 hari kering, atau dapat juga disesuaikan dengan kondisi iklim
- Pada saat tanaman primordia tanaman mulai banyak membutuhkan air, pada saat itu tanaman padi pada media ember harus terus diberi air hingga 2 minggu menjelang panen
- Pemupukan dilakukan dengan menggunakan pupuk organic
- Pemupukan dilakukan dengan cara menyiram bagian permukaan tanah menggunakan larutan MOL dedaunan hijau pada saat vegetative dan menggunakan larutan MOL Buah-buahan pada saat menjelang promordia, pemberian pupuk MOL dilakukan sebanyak 6 kali dengan interval waktu 10 hari sekali
- Pengendalian hama penyakit dilakukan dengan menyemprotkan kebagian tanaman dengan menggunakan pestisida nabati
- Potensi hasil yang diambil rata-rata adalah 100 gram GKP/ember
Sumber

: Gungun THL-TBPP Ganeas